Kidu-Kidu adalah makanan yang terbuat dari ulat sagu, namun banyak yang menamainya ulat Bagong atau nama latin rhynchophorus ferruginenus. Hewan ini kerap ditemukan pada bagian dalam pohon Aren. Pada umumnya ulat sagu akan sangat berkembang di pohon Aren yang sudah mati. 
 
Ulat sagu adalah larva yang berasal dari kumbang, tetapi bukan Kumbang biasa. Jenis Kumbang yang memiliki kepala berwarna merah ini kemudian bertelur, nah telur tersebut kemudian berkembang hingga menjadi ulat dewasa.
 
Secara ilmiah, ulat sagu  memiliki khasiat dan manfaat yang banyak serta menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat di kawasan Asia termasuk Indonesia.
 
Ulat Sagu bermanfaat sebagai penambah stamina, karena memiliki kadar asam amino yang tinggi. Menurut penelitian, asam amino pada telur kalah dengan asam amino yang terdapat pada ulat sagu. Ulat sagu memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi juga, sehingga dipercaya mampu memberikan asupan tenaga yang tinggi.
 
Makanan tersebut bermetamofosis dalam kuliner Karo dinamai Kidu-kidu.